Daftar tempat wisata Populer di Kota Malang, Jawa timur Indonesia



Daftar tempat wisata Populer di Kota Malang, Jawa timur Indonesia

Tags:
AIR TE RJUN COBAN RONDO, MUSEUM ANGKUT, WISATA ALAM OMAH KAYU, WISATA BUKIT PARALAYANG, ALUN-ALUN KOTA MALANG, PANTAI BALAI KAMBANG, PULAU SEMPU, BATU SECRET ZOO,KEBUN TEH WONOSARI MALANG, BATU NIGHT SPECTACULAR (BNS), TOKO ES CREAM LEGENDARIS “TOKO OEN”
PETIK APEL DI AGRO KUSUMO, JATIM PARK, MUSEUM D’TOPENG
ECO GREEN PARK, TAMAN BUNGA SELECTA

Puncak – Jawa Barat | Tempat Wisata di Indonesia



Puncak adalah nama sebuah daerah wisata pegunungan yang termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur. Daerah ini sudah sangat terkenal baik bagi wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Daerah ini dikenal sebagai tempat peristirahatan penduduk kota Jakarta dan sebagai daerah perkebunan teh yang dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda yang kini merupakan Perkebunan Teh milik PT Perkebunan Nusantara VIII Gunung Mas. Keindahan daerah ini memukau Presiden Soekarno, sehingga ia membangun sebuah restoran untuk menikmati keindahan alam Puncak, yang kemudian diberi nama Restoran Riung Gunung. Selain itu, terdapat juga tempat-tempat rekreasi dan agrowisata yang indah, antara lain Perkebunan Teh Gunung Mas dan Gantole (Paralayang). Di daerah Puncak juga terdapat berbagai tempat wisata menarik diantaranya Taman Safari, Kebun Bunga, dan terdapat sebuah Masjid yang indah dengan arsitektur yang khas dan sederhana yaitu Masjid Atta’awun. Di daerah ini juga terdapat banyak sekali villa-villa dan hotel yang dimiliki oleh warga sekitar untuk tempat beristirahatnya pengunjung.

100 HARI KELILING INDONESIA episode PESONA SAMOSIR | END



Tuntas mengunjungi Desa Sipinggan dan Hutarihit Kecamatan Nainggolan, Tim 100 Hari Keliling Indonesia bertolak menuju Tabo Cottages tempat dimana mereka menginap di Tuktuk-Simanindo.

Dalam perjalanan pulang, Ramon Tungka terpaksa haru berhenti sejenak akibat guyuran hujan dan angin kencang sore jelang malam di daerah Onan Runggu.
Seperti apa situasi perjalanan Tim 100 Hari Keliling Indonesia menuju Tomok lewat kawasan Onan Runggu? saksikan rekaman video mereka yang kami rekam melalui tayangan bergengsi Tim 100 Hari Keliling Indonesia di Kompas TV (25/09/2013)

100 HARI KELILING INDONESIA episode PESONA SAMOSIR spesial DESA HUTARIHIT-NAINGGOLAN



Se usai mengikuti upacara adat di Desa Sipinggan, Ramon Tungka bersama Tim 100 Hari Keliling Indonesia Kompas TV ditemani para pecinta Alam dan Seni Budaya Kec.Nainggolan, melanjutkan perjalanan menuju Desa Hutarihit Kecamatan Nainggolan.

Desa dimana Rumah Batak kuno yang keasliannya masih terjaga, berdiri kokoh di desa tersebut. Sayang, Ompung Rumapea sang Pemilik Rumah tersebut, tidak membolehkan Tim 100 Hari Keliling Indonesia untuk meliput hal-hal tertentu yang terdapat didalam rumah tersebut.

Pasalnya, benda-benda bersejarah yang berusia ratusan tahun dan masih benar-benar terjaga keasliannya, terdapat didalam rumah Opung Rumapea. Mereka tak ingin memancing perhatian publik hingga menimbulkan reaksi negatif dari para pemburu benda-benda bersejarah dari tanah batak sebagaimana akhir-akhir ini cukup marak ditemui. Lalu bagaimana kisah selanjurnya setelah Ramon Tungka dan Tim 100 HKI tiba di desa tersebut?

Ikuti perjalanan mereka lewat video youtube yang sengaja kami rekam dan publikasikan ulang untuk dapat kita saksika bersama.

100 HARI KELILING INDONESIA | KOMPAS TV | episode PESONA SAMOSIR | NAINGGOLAN



Hari ke 17 perjalanan Ramon Tungka dalam 100 Hari Keliling Indonesia, tiba di Nainggolan. Kecamatan yang berada di utara Samosir tersebut menjadi target Tim 100 Hari Keliling Indonesia untuk meng-ekspolrasi Seni Budaya Adat-Istiadat daerah tersebut.

Desa Sipinggan, menjadi desa pertama yang mereka kunjungi di Nainggolan, Ramon Tungka berbaur dengan warga Desa Sipinggan dalam upacara adat setempat. Bersama pemuda sekaligus pencinta alam dan seni budaya setempat, Ramon Tungka terkagum-kagum melihat penampilan bocah yang lihai memainkan alat musik tradisonal Batak Toba.

Penasaran…? saksikan liputannya yang sengaja kami rekam dari channel Kompas TV untuk dapat kita nikmati bersama khususnya bagi anda yang tidak sempat menyaksikan acara tersebut melalui layar televisi Kompas TV.