Backpacking Around Indonesia | Keliling Lombok | Catatan Perjalanan Seorang Backpacker



Perjalan itu melewati 9 Kota, 3 Provinsi, 3 Pulau, 2 Selat dengan menggunakan 4 jenis transportasi yang berbeda, dan akan bertemu setidaknya 3 etnis yang berbeda. Sangking banyaknya dan panjangnya perjalan waktu yang dibutuhkan untuk ke pulau seribu pulau tersebut membutuhkan waktu 24 jam, setidaknya kalau kalian menggunakan trik ala backpacker :). Perjalanan ini dimulai dari kota pelajar di jawa timur yaaaa.. Kota Malang pastinya…

Keep enjoy Travelling !!

Unik Dan Nyata Keliling Indonesia Pake Sepeda 26 Tahun

Ismail Sudah 26 Tahun Berkeliling Indonesia

Ismail (46) warga RT 07/11, Desa Cangko, Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, hampir 26 tahun keliling Indonesia menggunakan sepeda dengan tujuan ingin menjadi kolektor tandatangan terbanyak di dunia serta untuk menumbuhkan rasa cinta pada Indonesia.

Ismail yang lahir di Indramayu pada 5 Mei 1969 ini mengaku memulai berkeliling Indonesia para 20 Juni 1989 dengan modal sepeda dan album kosong yang diperoleh dari hasil tabungannya serta bekalnya dari kedua orang tuanya Walok dan Warini di Indramayu.

“Sekarang tinggal dua provinsi yang belum disinggahi masing-masing Provinsi Banten dan DKI Jakarta,” ungkap Ismail.

Daerah yang pertamakali dilaluinya adalah Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, kemudian Cirebon, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTT, TNB, Timor Timur karena ketika itu belum terpisah dari Indonesia, Kalimantan.

Hingga Senin (25/5/2015) Ismail mengaku telah menghabiskan 33 buah sepeda serta 153 buah buku yang dibubuhi sekira 3,9 juta tandatangan pejabat setingkat Bupati, Walikota, Kepolisian, tokoh pendidikan, TNI, dan sejumlah tokoh lainnya.

Dia pun selalu membawa album berisi klipingan berita dirinya di sejumlah media cetak serta sejumlah foto saat bertemu para tokoh.

Tokoh-tokoh yang berfoto bersamanya antara lain adalah Xanana Gusmau, Wiranto, Basuki Tjahaya Purnama ketika masih di Bangka Belitung, Puan Maharani, Bupati Aceh, dan sejumlah tokoh lainnya di Luar Pulau Jawa dan Jawa.

Pertemuannya dengan Xanana Gusmau tanpa sengaja ketika itu Timtim masih terjadi konflik dan Ismail mengaku bertemu tanpa sengaja di tempat persembunyian Xanana.

Di satu provinsi dia mengaku terkadang menghabiskan waktu lima hingga enam bulan tergantung kondisi perjalanan dan tokoh yang ditemui. Sedangkan bekal selama melakukan perjalanan diperolehnya dari belas kasihan pejabat yang ditemui.

Karena menurutnya banyak pejabat yang membekalinya uang dengan jumlah cukup lumayan hingga dia bisa tetap bertahan hidup dan melanjutkan perjalanan.

Hal yang paling diingatnya selama perjalanan keliling Indonesia menurut Ismail adalah ketika di Irian Jaya dia tanpa sengaja menabrak babi, dan harus berurusan dengan pemangku adat. Dia terkena hukum adat dengan cara direndam di kolam air selama tiga hari.

Semasa perjalanan di Irian diapun menderita sakit malaria hingga harus menjalani perawatan selama berbulan-bulan. Beruntung menurutnya bupati setempat membebaskan biaya perawatan untuknya.

“Di setiap daerah saya menginap di Markas Koramil, Kodim, masjid atau markas kepolisian. Ini agar saya bisa aman dan sekaligus menumpang tidur,” kata Ismail.

Ketika singgah di Aceh, Ismail mengaku berupaya berbaik-baik dengan penduduk setempat dan tokoh serta berupaya memahami adat Aceh dan adat penduduk yang disinggahinya.

Hingga akhirnya ada seorang warga yang berniat menikahkan anaknya dengan Ismail dan kini dijanjikan untuk diberi tanah seluas 1,5 kehtare lahan.

“Saya sudah pacaran dengan wanita asal Aceh, usai selesai keliling Indonesia niatnya saya akan menikah dengan wanita Aceh. Saya nanti ingin hidup bertani di sana,” ungkap Ismail yang mengaku selama kepergiannya keliling Indonesia baru sekali pulang ke kampung halamannya di Indramayu di tahun 2002.

Dari Majalengka, Ismail mengaku akan pulang terlebih dulu ke Indramayu selama beberapa hari untuk menjenguk kedua orang tuanya. Setelah itu kembali melanjutkan petualangannya menuju Provinsi Banten dan DKI Jakarta yang akan ditempuh dengan waktu sekira 6 bulanan. Selanjutnya, dia akan menikah dengan wanita pujaannya yang ditemuinya di Aceh.

Ismail sendiri selama petualangannya keliling Indonesia tak ada yang diperbuatnya selain mengumpulkan tandatangan para tokoh yang ditemuinya dan surat keterangan soal kedatangannya ke setiap daerah. Karena tujuannya pun hanya ingin keliling sambil mengoleksi tanda tangan.

“Saya kan anak kedua yang hanya lulus SMP, jadi tidak ada yang bisa saya perbuat. Kemampuan saya terbatas sehingga tidak terpikir untuk berbuat apapun selain keliling bersepeda, karena tujuannyapun hanya ingin membuat rekor dunia lewat tandatangan,” kata Ismail.

techno sirayap aspal,…keliling indonesia



Jumad 15 mei 2009, saya di kagetkan dengan informasi dari Lucky Reyner (Direktur Sonia Fm Maumere) dan teman-teman komunitas Punk Maumere. Ada Techno “Sirayap Aspal” mampir ke studio Sonia fm maumere. Dari sekedar ingin tau keanekaragaman yang ada di nusantara (dulunya seh cuma sekedar mendengar dari teman-teman luar jogja yang kuliah di jogja) ternyata ada hal satu hal yang mau di perjuangkan pria asal jogja ini ” Stop Global Warming” . Saya terkesan dengan kemauan Techno, tidak ada motivasi di belakang semua ini, tidak ada sponsor nitip “pesan”, tapi hanya sekedar niat untuk membuat perubahan, belajar kenal Indonesia dari pengalaman, silatuhrami dengan berbagai macam suku daerah, mengenal keanekaragaman suku budaya, pariwisata dan perdamaian, serta ikut kampanye pemanasan global. Berikut kisah Techno yang juga tercatat sebagai pengunjung ke 13.108 di monument 0 km Indonesia dari pj.walikota sabang (T.yusuf,SH)
Agus sutikno nama lengkapnya, Anak pertama dari 2 bersaudara ini mewakili komunitas punk jogja indonesia dan Paguyuban sepeda tua (klasik) “slogki” sederek lare onthel gunung kidul Jogjakarta (persaudaraan anak sepeda).
“Idenya sebenarnya tidak ada mas buat jalan-jalan gini, mungkin karena Suka baca buku, nonton tv (jejak petualang), juga karena banyak info dari teman-teman berbagai suku dan daerah di jogja yang terkenal sebagai kota pelajar. Ini membuat Techno jadi bersemangat untuk berjelajah”.

Tanggapan ortu ? ” awalnya ga di ijinin mas, tapi karena tujuannya bagus, punya tekad dan kemauan, akirnya masyarakat membantu “merayu” ortu agar ngijinin saya jalan”. Dan di disinilah, 19 agustus 2006 Techno pamit untuk perpetualang. Selama hampir 3 tahun tidak lepas silahturami lewat hp dgn orang tua sekedar mengabarkan keadaan nya.
Ketika di tanya bagaimana dengan kuliahnya? Pria asal gunung kidul Jogjakarta ini, sambil tertawa mengatakan ” Mas, techno alumni UGM Jogja alias universitas gelandangan malioboro yang bepetualang sambil mencari cinta”. hehehehehee
” Mulai 19 agustus 2006 dari jogja, 3 tahun ini sudah nyampe banyak tempat mas, Bali, jawa, Sumatra, sabang, batam, tanjung pinang, natuna, Kalimantan, tarakan, sebatik, Sulawesi, ternate, bau-bau, miangas (perbatasan philipine), NTT (larantuka, ende, lembata,sikka),Rencananya setelah NTT ke Irja, Ambon, NTB pulang ke Jawa terus ke istana kepresidenan”

Yang paling membuat Techno ingat rumah?? “Ya lumayan mas, 3 tahun lebaran di hutan terus, Kena malaria , kambuh 7 kali. 3 kali di RS, 4 kali terpaksa di rawat rumah masyarakat “. ujarnya sambil tertawa.
Pernah, bocor ban di tengah hutan (120km dari pemukiman terdekat) di kecamatan kelai kab.berao kaltim. Kelengkapan sepeda sudah habis, ada duit tapi tidak ada yang jual onderdil sepeda. Akalin pake rumput n celana dalam atau sampah plasting biar silingker ma jari2 roda tdk rusak. Tapi mas, itu hanya tahan 15 km dan sepeda tidak bisa dipaksakan lagi,terpaksa nginapin sepeda di “hotel bintang lima” (hutan) terus naik angkot 30-40 km ketemu yang jualan perlengkapan sepeda ,terkadang dapat sumbangan dari masyarakat yang bersimpati ma Techno.
Tgl 05 mei 2009 nyampe kabupaten Lembata dari makasar menggunakan kapal barang. Sempat ketemu Bapak Bupati, “Dapat kenang-kenang dari ibu bupati” ujarnya dengan tersenyum. Dalam perjalanan ke Maumere, tepatnya sekitar Boru, Techno sipaksa “menginap” semalam dan mendapat jamuan dari masyarakat setempat. “Syukur mas, ditengah kelelahan dan teriknya Flores, saya masih bisa mendapat sambutan yang hangat dari masyarakat flores, terkadang kalau ketemu gelapnya di jalan ya, di situ tempat Techno nginap”
Kalau di kota maumere , nyampe kemarin kamis 14 mei jam 18.30 yang di jemput komunitas punk maumere.
Ketika ditanya, di maumere berapa lama ” mas, le nganggo sepeda motor km/jam, tapi ne nganggo sepeda onthel ya kilometer per minggu,plus mampir mas”
“Loe gila, semangat loe gila, tapi loe lebih jauh terhormat ketimbang koruptor” Ujar lucky Reyner sebelum melepas techno pergi bersama komunitas punk mof.