Unik Dan Nyata Keliling Indonesia Pake Sepeda 26 Tahun

Travelling 1 Comment

Ismail Sudah 26 Tahun Berkeliling Indonesia

Ismail (46) warga RT 07/11, Desa Cangko, Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, hampir 26 tahun keliling Indonesia menggunakan sepeda dengan tujuan ingin menjadi kolektor tandatangan terbanyak di dunia serta untuk menumbuhkan rasa cinta pada Indonesia.

Ismail yang lahir di Indramayu pada 5 Mei 1969 ini mengaku memulai berkeliling Indonesia para 20 Juni 1989 dengan modal sepeda dan album kosong yang diperoleh dari hasil tabungannya serta bekalnya dari kedua orang tuanya Walok dan Warini di Indramayu.

“Sekarang tinggal dua provinsi yang belum disinggahi masing-masing Provinsi Banten dan DKI Jakarta,” ungkap Ismail.

Daerah yang pertamakali dilaluinya adalah Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, kemudian Cirebon, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTT, TNB, Timor Timur karena ketika itu belum terpisah dari Indonesia, Kalimantan.

Hingga Senin (25/5/2015) Ismail mengaku telah menghabiskan 33 buah sepeda serta 153 buah buku yang dibubuhi sekira 3,9 juta tandatangan pejabat setingkat Bupati, Walikota, Kepolisian, tokoh pendidikan, TNI, dan sejumlah tokoh lainnya.

Dia pun selalu membawa album berisi klipingan berita dirinya di sejumlah media cetak serta sejumlah foto saat bertemu para tokoh.

Tokoh-tokoh yang berfoto bersamanya antara lain adalah Xanana Gusmau, Wiranto, Basuki Tjahaya Purnama ketika masih di Bangka Belitung, Puan Maharani, Bupati Aceh, dan sejumlah tokoh lainnya di Luar Pulau Jawa dan Jawa.

Pertemuannya dengan Xanana Gusmau tanpa sengaja ketika itu Timtim masih terjadi konflik dan Ismail mengaku bertemu tanpa sengaja di tempat persembunyian Xanana.

Di satu provinsi dia mengaku terkadang menghabiskan waktu lima hingga enam bulan tergantung kondisi perjalanan dan tokoh yang ditemui. Sedangkan bekal selama melakukan perjalanan diperolehnya dari belas kasihan pejabat yang ditemui.

Karena menurutnya banyak pejabat yang membekalinya uang dengan jumlah cukup lumayan hingga dia bisa tetap bertahan hidup dan melanjutkan perjalanan.

Hal yang paling diingatnya selama perjalanan keliling Indonesia menurut Ismail adalah ketika di Irian Jaya dia tanpa sengaja menabrak babi, dan harus berurusan dengan pemangku adat. Dia terkena hukum adat dengan cara direndam di kolam air selama tiga hari.

Semasa perjalanan di Irian diapun menderita sakit malaria hingga harus menjalani perawatan selama berbulan-bulan. Beruntung menurutnya bupati setempat membebaskan biaya perawatan untuknya.

“Di setiap daerah saya menginap di Markas Koramil, Kodim, masjid atau markas kepolisian. Ini agar saya bisa aman dan sekaligus menumpang tidur,” kata Ismail.

Ketika singgah di Aceh, Ismail mengaku berupaya berbaik-baik dengan penduduk setempat dan tokoh serta berupaya memahami adat Aceh dan adat penduduk yang disinggahinya.

Hingga akhirnya ada seorang warga yang berniat menikahkan anaknya dengan Ismail dan kini dijanjikan untuk diberi tanah seluas 1,5 kehtare lahan.

“Saya sudah pacaran dengan wanita asal Aceh, usai selesai keliling Indonesia niatnya saya akan menikah dengan wanita Aceh. Saya nanti ingin hidup bertani di sana,” ungkap Ismail yang mengaku selama kepergiannya keliling Indonesia baru sekali pulang ke kampung halamannya di Indramayu di tahun 2002.

Dari Majalengka, Ismail mengaku akan pulang terlebih dulu ke Indramayu selama beberapa hari untuk menjenguk kedua orang tuanya. Setelah itu kembali melanjutkan petualangannya menuju Provinsi Banten dan DKI Jakarta yang akan ditempuh dengan waktu sekira 6 bulanan. Selanjutnya, dia akan menikah dengan wanita pujaannya yang ditemuinya di Aceh.

Ismail sendiri selama petualangannya keliling Indonesia tak ada yang diperbuatnya selain mengumpulkan tandatangan para tokoh yang ditemuinya dan surat keterangan soal kedatangannya ke setiap daerah. Karena tujuannya pun hanya ingin keliling sambil mengoleksi tanda tangan.

“Saya kan anak kedua yang hanya lulus SMP, jadi tidak ada yang bisa saya perbuat. Kemampuan saya terbatas sehingga tidak terpikir untuk berbuat apapun selain keliling bersepeda, karena tujuannyapun hanya ingin membuat rekor dunia lewat tandatangan,” kata Ismail.

Author

1 Comment

  1. Elon Surolon May 23, 2016 at 12:06 am

    oke pa ismail, selamat dan sukses buat aksi nekatnya,,

Leave a comment

Back to Top